Sabtu, 20 Oktober 2012

MEDIKA

Medika  

Healty | Herbal | Generic | Diagnosis      

Soft Drinks  

Minum  soft drinks memang menyegarkan, apalagi  soft drinks  dingin yang manis dinikmati usai beraktivitas, Namun tahukah anda  jika biasa
minum  soft drinks  manis ( bukan diet coke  ) bisa memicu  gangguan
mental pada remaja yang dalam taraf pertumbuhan Psikologis dan hormonal..?.

        Dalam studi yang dilakukan Tufs University dalam satu  laporan di
Journal of  Clinical Nutrition, para ilmuwan menyebutkan bahwa minum
soft drinks dapat  memperbesar  kemungkinan  gangguan  mental yang
lebih rumit bila dibanding mereka yang tidak menkonsumsi.
      Riset tersebut melibatkan lebih dari  5.000  Remaja dengan rentang umur 15 hingga 20 tahun, peminpin
Riset, Katherine Tucker, Director of Efidemology and Dietary Assesment Program dari Jean Mayer USDA
Human Nutrition Research Center on Aging, menyatakan bahwa:"Cola bukan jenis minuman yang baik bagi
wanita, karena terbukti bisa menurunkan kepadatan ( Densitas ) tulang. Mereka  yang mengkonsumsi Cola
setiap hari beresiko mengalami penurunan massa tulang lima kali  lebih tinggi dibanding  mereka yang minum
hanya sekali seminggu".
      Seperti diketahui, Cola sendiri adalah minuman yang paling populer di dunia.Sebagian besar dikonsumsi
oleh para wanita,sementara Osteoporosis dialami oleh wanita sekitar 55% dari total penderita Osteoporosis
didunia.Menariknya dalam studi ini Cola tidak memberi efek yang signifikan terhadap para pria, dalamhal ini
diet cola memiliki efek sebanding dengan cola reguler. Namun, cola  decaffeinated  yang  tidak mengandung
kafein tak memiliki efek pada densitas tulang .Kesimpulan yang diperoleh,kafein pada cola adalah penyebab
utama naiknya resiko Osteoporosis pada wanita.
      Dr Mone Zaidi, Director of  The Mount Sinai School Bone Program at Mount of  Medicine, NewYork
City, dalam dukungannya terhadap riset yang dilakukan  Tufts University mengatakan, " Keterlibatan kafein
dalam penyerapan kalsium menyebabkan terhambatnya susunan pembentukan mineral tulang ".
      Padahal diusia 30-an, tubuh lebih banyak membuang kalsium  dibanding menyimpan. Ini terkait dengan
aktivitas metabolisme  dan hormonal, selain itu penurunan density tulang untuk setiap orang  sangat variatif.
Hal ini wajar terjadi mengingat proses metabolis,sementara kalsium akan hilang melalui pembentukan kuku
dan rambut serta keringat, sehingga harus ada masukan kalsium yang seimbang melalui makanan.  untuk itu
membiasakan mengkonsumsi  susu kalsium  tinggi sedari  usia muda  adalah langkah bijak untuk  mencegah
atau meminimalisir resiko terkena penyakit keropos tulang atau disebut Osteoporosis. *.*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar