Medika
Healty | Herbal | Generic | Diagnosis
Soft Drinks
Minum soft drinks memang menyegarkan, apalagi soft drinks dingin yang manis dinikmati usai beraktivitas, Namun tahukah anda jika biasaminum soft drinks manis ( bukan diet coke ) bisa memicu gangguan
mental pada remaja yang dalam taraf pertumbuhan Psikologis dan hormonal..?.
Dalam studi yang dilakukan Tufs University dalam satu laporan di
Journal of Clinical Nutrition, para ilmuwan menyebutkan bahwa minum
soft drinks dapat memperbesar kemungkinan gangguan mental yang
lebih rumit bila dibanding mereka yang tidak menkonsumsi.
Riset tersebut melibatkan lebih dari 5.000 Remaja dengan rentang umur 15 hingga 20 tahun, peminpin
Riset, Katherine Tucker, Director of Efidemology and Dietary Assesment Program dari Jean Mayer USDA
Human Nutrition Research Center on Aging, menyatakan bahwa:"Cola bukan jenis minuman yang baik bagi
wanita, karena terbukti bisa menurunkan kepadatan ( Densitas ) tulang. Mereka yang mengkonsumsi Cola
setiap hari beresiko mengalami penurunan massa tulang lima kali lebih tinggi dibanding mereka yang minum
hanya sekali seminggu".
Seperti diketahui, Cola sendiri adalah minuman yang paling populer di dunia.Sebagian besar dikonsumsi
oleh para wanita,sementara Osteoporosis dialami oleh wanita sekitar 55% dari total penderita Osteoporosis
didunia.Menariknya dalam studi ini Cola tidak memberi efek yang signifikan terhadap para pria, dalamhal ini
diet cola memiliki efek sebanding dengan cola reguler. Namun, cola decaffeinated yang tidak mengandung
kafein tak memiliki efek pada densitas tulang .Kesimpulan yang diperoleh,kafein pada cola adalah penyebab
utama naiknya resiko Osteoporosis pada wanita.
Dr Mone Zaidi, Director of The Mount Sinai School Bone Program at Mount of Medicine, NewYork
City, dalam dukungannya terhadap riset yang dilakukan Tufts University mengatakan, " Keterlibatan kafein
dalam penyerapan kalsium menyebabkan terhambatnya susunan pembentukan mineral tulang ".
Padahal diusia 30-an, tubuh lebih banyak membuang kalsium dibanding menyimpan. Ini terkait dengan
aktivitas metabolisme dan hormonal, selain itu penurunan density tulang untuk setiap orang sangat variatif.
Hal ini wajar terjadi mengingat proses metabolis,sementara kalsium akan hilang melalui pembentukan kuku
dan rambut serta keringat, sehingga harus ada masukan kalsium yang seimbang melalui makanan. untuk itu
membiasakan mengkonsumsi susu kalsium tinggi sedari usia muda adalah langkah bijak untuk mencegah
atau meminimalisir resiko terkena penyakit keropos tulang atau disebut Osteoporosis. *.*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar